Just another WordPress.com site

QS al-Ahzab (33:21) yang artinya:’’  Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Istilah al-Qur’an ’’ Uswatun Hasanah’’ benar-benar melekat pada diri kenjeng Nabi Muhammad Saw. Tindakan, ucapan, serta hatinya benar-benar sempurna, persis dengan namanya ’’Muhammad’’ yang artinya orang yang terpuji. Tidak ada satupun manusia yang pernah menggenal pribadinya, kecuali terpesona dan menyukainya.

Bukan hanya sifat dan pribadinya, kediaman juga sangat sederhana. Walaupun beliau cukup mampu membangun kediaman lebih layak, tetapi Nabi Saw lebih suka dengan rumah yang sederhana. Namun, dibalik seserdehanaan rumah itu, Nabi Saw benar-benar memberikan teladan bagi semua umat manusia. Kediaman itu juga yang menjadi mahnit luar biasa bagi setiap umatnya. Kediaman Nabi Saw, sekaligus menjadi tempat peristirahatan terahir manusia paling mulya.

Marilah kita bersama-sama mengunjungi Nabi Saw, lewat untaikan kata-kata indah. Saat kita sampai  di depan kediaman Nabi, kita ketuk pintu beliau untuk meminta izin, dengan mengucapkan salam” Assalamualaikum Ya Rosulullah”. Marilah kita layangkan perhatian kepada sahabat yang melihat langsung Nabi, mereka akan menceritakannya kepada kita seolah-olah kita melihat Nabi Muahmmad. Abu Hurairah mengatakan” Ya Rosulullah, sesungguhnya ketika aku melihtmu terasa tentram jiwaku, dan sejuk pandanganku”.

Abu Hurairah benar-benar merasakan betapa sejuknya saat menatap wajah baginda Nabi Saw. Cerita Abu Hurairah ini mebuat saya tidak bisa membayangkan betapa indahnya dan mulyanya baginda Nabi Saw. Bukan hanya Abu Hurairah, para jama’ah haji dan umrah yang sempat datang dan duduk bermunajat di Raudhah al-Syrifah (Masjid Nabawai), tak kuasa menahan air mata, karena rasa haru dan cinta kepada Nabi Muhammad Saw. Sungguh senang hati baginda Nabi, menyambut dan menjawab salam yang diucapkan oleh setiap pengikutnya.

Untuk membuktikan ucapan sahabat Abu Hurairah, marilah mengenal ciri fisik beliau yang mulia serta wajah beliau yang penuh senyuman. Sebelum lebih jauh memasuki kediaman baginda Nabi, perlu kita telaah, bahwa Nabi bukan manusia biasa, beliau adalah kekasih-Nya, semua ucapan dan tindakan adalah wahyu-Nya. Rumah sederhana, perabotan rumah, baju, sorban, imamah, meja dan kursi serta ranjang (tikarnya) berbeda dengan pengikutnya.

Begitu pula cincin, tongkat, pedang, serta sandalnya juga memiliki nilai sejarah yang agung, khususnya tempat beliau istirahat (Hujrah al-Nabi) yang artinya tempat wahyu-Nya. Jika teladan sejati cukup dengan rumah sederhana, alangkah tidak pantas sebagai pengikutnya bermewah-mewah, sehingga menjadikan kemewahan itu lupa akan Allah Swt dan juga mengurangi rasa cinta kepada Nabi Saw.

Sedikit akan saya sebutkan dengan singkat nan sederhana ciri-ciri fisik Nabi. Sebab, saat ini masih banyak manusia biasa mengaku Nabi, dan juga bermimpi bertemu dengan Nabi Saw. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui ciri-ciri beliau Saw. Dengan tujuan agar supaya kita akan bisa terkecoh dengan pengakuan orang yang pernah bermimpi ketemu baginda Nabi (Nabi Abal-Abal).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: