Just another WordPress.com site

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia semakin terus bertambah. KB salah satu cara untuk mengurangi pertumbuhan penduduk masih belum efektif. Realitasnya, masih saja jumlah penuduk tak terkendalikan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk ini, pemerintah juga menyiapkan lembaga pendidikan berkualitas bagi rakyatnya agar kelak bisa bertarung dikancah Internasional. Bukan hanya lembaga pendidikan, pemerintah juga memberikan pelayanan kesehatan bertaraf internasional guna memberikan pelayanan kesehatan yang memadahi bagi masyarakatnya.

Namun, lembaga Pendidikan Bertaraf Internasional itu menurut analis saya justru akan mengebiri empat ketrampilan bahasa Indonesia,; berbicara, menulis, mendengar dan membaca. Pendidikan Bertaraf Internasional yang bertarif Internasional justru akan menjauhkan anak-anak dari bahasa Indonesia yang baik. Bahasa asing (inggris) yang lebih digenjot dari pada bahasa sendiri sebenarnya tidak banyak menguntungkan bangsa Indonesia.

Wajar, jika sekarang kekurangan penulis-penulis sastra. Jurusan bahasa Indonesia diberbagai kampus Indonesia peminatnya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jurusan bahasa Inggris. Sebab, mahasiswa berfikir jurusan bahasa Indonesia tidak akan menjamin finasialnya. Sedangkan bahasa Asing, seperti; Inggris, Mandarin lebih menjanjikan secara financial. Sebab, Indonesia mulai dibanjiri perusahaan asing. Dengan berbekal bahasa Inggris hidup lebih berkah dan cerah menatap masa depan.

Pada hakekatnya, genjotan dengan menggunakan bahasa Inggris diberbagai sekolah bertaraf Internasional itu justru menguntungkan orang asing sendiri. Mestinya orang asing belajar bahasa Indonesia, bukan malah orang Indonesia diwajibkan bahasa inggris.

Terkait dengan dunia medis misalnya. Dokter-dokter asing sudah mulai masuk wailayah Indonesia. Rumah sakit mulai bertebaran dimana-mana. Dan, dokter Indonesia yang mayoritas bahasa Inggrisnya empot-empotan, jika ingin menjadi pegawai (praktek) harus menguasai bahasa Inggris. Padahal, orang asing sendiri yang praktek di Indoensia tidak wajib belajar bahasa Indonesia. Ini penjajahan bahasa secara terselubung yang sedang melanda negeri Indonesia tercinta.

Bukan hanya dunia pendidikan dan medis. Lihat saja, pelatih-pelatih sepakbola Indonesia. Bukan hanya sepakbola, beberapa olahraga lain kadang lebih suka menggunakan pelatih Asing dari pada pelatih dalam negeri sendiri. Wasit-pun sepak bola lebih afdol jika menggunakan orang asing. Apakah sudah tidak percaya lagi dengan orang Indoensia sendiri yang notabene minum dan makan di tanah Indonesia.

Kadang saya berfikir. Jangan-jangan kelak anggota legislatifnya dibanjiri orang-orang asing….!? tetapi ini sangat mustahil terjadi. Kemungkinanya sangat kuecil banget. Namun, bukan tidak mungkin ini terjadi seiring dengan perkembangan jaman yang begitu cepat. Jika demikian halnya, maka kelak orang Indonesia akan asing dinegerinya sendiri. Dan inilah bentuk penjajahan di era modern. Orang tidak terasa kalau lembaga yang dirikan justru menjadikan rakyatnya asing dinegerinya sendiri. Jepang, negera maju yang lebih bangga dengan bahasanya sendiri, sedangkan Indonesia lebih bangga dengan bahasa Inggrisnya. Nanti, suatu saat belajar bahasa Indonesia di negeri orang lain, seperti halnya jurusan bahasa Jawa justru berada dinegeri Belanda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: