Just another WordPress.com site

Desain Wanita Sholihah

Orang sering bertanya-tanya, wanita salihah itu seperti apa? Memang, pertanyaan ini sering menghiasi media, pengajian, majlis ta’lim dan lain sebagainya. Seolah-olah, saat ini sudah tidak ada lagi wanita salihah. Kalaupun ada, itu sangat langka. Definisi wanita salihah sudah jelas, kadang kaum wanita lebih pintar dan cerdas dari pada kaum lelaki pengertian wanita salihah. Namun, menjadi wanita solihah tidaklah mudah, apalagi di jaman modern dan internetiasai ini.

Kaum lelaki saat ini, ternyata sebagian besar tidak lagi memilih wanita karena ke-sholehahan-nya. Mereka lebih memilih wanita karena parasnya, seperti; cantik, menarik, bodynya seksi, dan meyenangkan dipadang oleh mata. Lelaki lebih tertarik pada performance (penampilan) fisik, serta busana wanita. Sebagaimana dunia pasar, semakin banyak permintaan pasar, semakin banyak pula wanita yang menampilkan fisik dan busananya. Sebab, sebagian besar kaum lelaki memang membutuhkan penampilan.

Realitas dilapangan, wanita juga lebih suka berbusana modis, dari pada mengenakan busana muslimah yang menutupi auratnya. Wajarlah, jika sekarang wanita shalihah saat ini sulit ditemukan. Sebuah ibarat, mencari wanita sholihah itu seolah-olah mencari permata didasar lauatan. Jika menemukan permata itu, maka jaminan kebahagiaan lahir dan batin akan menanti didepan mata.

Nabi Saw. pernah ditanya seputar ciri-ciri wanita shalihah. Beliau Saw. menuturkan’ dengan kalimat yang sangat sederhana’’ wanita salihah adalah wanita yang sangat menyenangkan hati jika engkau memandanginya, dan menjaga dirinya, martabat, serta hartanya ketika suami sedang pergi’’. Padahal, hampir sebagian besar wanita di kota maupun di desa, rata-rata sulit menyejukkan mata takkala dipandang. Yang paling banyak, ketika dipandang justru membakar nafsu birahi.

Memang, untuk menjadikan wanita salihah bukanlah pekerjaan yang mudah. Mengingat latar belakang proses penciptaan wanita, betapa keras karakter wanita. Namun, tugas utama kaum lelaki, sebagai seorang suami adalah menbentuk dan mendesain karakter itu menjadi lemah lembut, hingga akhirnya menjadi wanita idaman sejati. Suatu hal yang mustahil, jika seorang suami pekertinya tidak santun, ahlaknya tercela, ucapan dan tindakanya juga kasar dan kotor mampu mendidik istrinya dengan baik.

Memiliki istri sholihah adalah kenikmatan yang tiada tara, Nabi Saw. menuturkan’’ empat perkara yang menjadi tanda-tanda kebahagiaan, wanita sholihah, rumah yang luas, tetangga tang baik, kendaraan yang menyenangkan, empat perkara yang menjadi tanda-tanda petaka wanita yang tholihah (buruk peranginya) tetangga yang nakal, kendaraan yang jelek (lambat), rumah yang sempit’’ (H.R Ibnu Hibban, 4032 dan Al-Hakim).[1]

Wanita sholihah itu tidak lepas dari pendidikan kedua orangtuanya. Orangtua yang baik-baik, akan menurunkan anak yang baik-baik pula. Jadi, wanita sholihah itu bisa ditelusuri dari genetic (wirasa)nya. Dalam hal ini, kedua orangtua, kakek neneknya menjadi rujukan utama. Seringkali wanita cantik, tetapi moralnya tidak terpuji, yang menarik ialah wanita cantik tumbuh di dalam keluarga dan lingkungan yang baik. Walaupun tidak terlalu cantik, budi pekerti itu akan menjadikan wanita itu lebih mempesona.


[1] . Al-Suyuti, Jalalulldin, Al-Jami’ al-Kabir

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: